Browse Tags By Category

Fresh Graduate. Potensi yang Tergali, Bukan Terbentuk

Hampir semua orang, termasuk Anda pernah mengalami masa di mana Anda kesulitan dalam mencari pekerjaan, terutama ketika Anda baru saja menyelesaikan masa pendidikan dan Anda menyandang gelar sebagai seorang fresh graduate. Pada masa ini, Anda mengalami begitu banyak dilematik dalam mencari pekerjaan. Yang paling sering menjadi permasalahan bagi seorang fresh graduate adalah sulitnya mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan minat dan latar belakang pendidikannya.
Umumnya, ketika seorang fresh graduate membuka iklan lowongan kerja fresh graduate yang ada di media massa ataupun online, ia hanya akan memilih lowongan pekerjaan yang diminati atau sesuai dengan ilmu yang ia pelajari saat masa pendidikannya berlangsung. Fenomena seperti ini sudah menjadi sebuah tradisi baku yang turun temurun, dan jika Anda melihat realitanya dalam dunia kerja, tidak mungkin semua perusahaan dapat mempekerjakan para fresh graduate yang terus bertambah tiap tahunnya.
Di tengah keadaan dunia kerja yang penuh persaingan seperti ini, sebagai seorang fresh graduate, Anda harus mampu merubah paradigma dan pola pikir yang baku tanpa harus melunturkan idealisme. Untuk itu, sebagai seorang fresh graduate, Anda perlu menyiasati keadaan ini, sebab jika tidak, Anda akan semakin sulit mendapatkan pekerjaan. Mulailah dari hal–hal yang kecil, seperti :
Pertama
Kenali betul–betul potensi, minat dan bakat Anda. Perlu Anda ingat, tidak semua manajer HRD (Human Resources Development) itu memiliki gelar sarjana psikologi.
Kedua
Coba gali lebih dalam mengenai pemahaman Anda terhadap bidang atau ilmu yang Anda pelajari selama ini. Lakukan observasi, sejauh mana Anda menguasai ilmu yang telah Anda pelajari semasa pendidikan dulu. Apakah Anda mampu menerapkannya secara optimal dalam kehidupan Anda sehari–hari?
Ketiga
Pelajari betul–betul, adakah hubungan atau korelasi yang positif antara ilmu yang Anda pelajari dengan minat dan bakat Anda. Lihat pada realitanya, cukup banyak orang memiliki kemampuan eksak yang tinggi namun lebih memilih mendalami dan bekerja di bidang seni.
Keempat
Buka wawasan dan gali kreatifitas Anda. Cobalah untuk terbuka terhadap hal–hal baru di luar bidang yang Anda geluti. Ingat, seorang manajer keuangan yang hebat bukan hanya sekedar mampu menghitung pembukuan dan neraca saja, namun juga harus mampu menghitung perkiraan dan memprediksi kerugian serta keuntungan perusahaan tempat ia bekerja di masa mendatang.
Sangat perlu bagi Anda, para fresh graduate untuk terbuka dan berani mencoba hal baru yang memiliki nilai positif, karena dengan begitu Anda akan mampu menghadapi persaingan serta dapat mengatasi masalah dalam setiap pekerjaan Anda. Dan jangan pernah terjebak oleh banyaknya persepsi baku dan kolot yang berkembang di masyarakat pada umumnya yang hanya akan membentuk tapi tidak menggali kemampuan Anda.
Sumber : Job DB
ReadmoreFresh Graduate. Potensi yang Tergali, Bukan Terbentuk

Saat Ide Anda Dicuri Rekan Kerja

Dalam sebuah meeting divisi, Anda mendengarkan sang boss yang sedang berusaha untuk membakar semangat karyawannya agar memberikan ide cemerlang dalam sesi brain storming. Tiba-tiba salah seorang rekan kerja Anda mengangkat tangannya ingin mengutarakan sesuatu. Namun, rasanya ‘kok ide yang dilontarkan tidak asing untuk Anda. Astaga, itu ide yang pernah Anda ceritakan kepadanya! Lebih parahnya lagi, si boss suka dengan ide itu dan memujinya.
Berapa banyak dari Anda yang mengalami hal yang sama? Terkadang keinginan untuk jadi anak emas si boss atau ketidakmampuan untuk berpikir kreatif alias malas membuat rekan kerja ‘tega’ mencuri ide yang aslinya adalah milik Anda. Memang menyebalkan, namun hal ini bukan hal yang asing. Persaingan dunia kerja seringkali tidak membedakan teman dan lawan. Apapun dilakukan untuk mempertahankan posisi bahkan mendapatkan promosi. Namun bukan berarti Anda harus diam dan pasrah menghadapi hal tersebut. Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menghadapi atau menghindari hal tersebut.
  1. Keep your idea dan lontarkan ke publik di saat yang tepat.
    Hal ini mungkin akan menyusahkan karena sudah jadi naluri manusia untuk berbagi cerita kepada orang yang dianggap dekat. Utarakan ide pada saat meeting atau pertemuan yang diikuti oleh lebih dari dua orang. Tuliskan ide dengan detail agar Anda tetap ingat pada saat mengutarakannya kepada atasan atau memiliki ide baru. Jika Anda tidak tahan untuk curhat, hati-hati memilih pendengar. Jika Anda dekat dengan atasan Anda, tidak ada salahnya membicarakan ide tersebut kepadanya. Atasan yang bijak tentunya akan menghargai pencetus ide yaitu Anda.
  2. Ubah cara pandang Anda.
    Anggaplah yang dilakukan oleh rekan kerja sebagai pekerjaan Public Relations yang mempublikasikan ide Anda. Daripada marah, ucapkan selamat dan terima kasih karena sudah mengkomunikasikan ide Anda. Kemudian sampaikan kepada atasan bahwa Anda memiliki rekan kerja yang perhatian karena berhasil ‘memunculkan’ ide Anda ke depan publik.
  3. Berpikir lebih jauh.
    Jangan hanya berkutat di ide yang masih berbentuk pemikiran. Maju selangkah dengan merealisasikannya. Jadikan ide Anda sebagai proyek tim yang membutuhkan dukungan semua anggota tim.
  4. Jangan terlalu cepat mengambil tindakan yang mungkin akan Anda sesali.
    Tahan keinginan untuk marah atau melaporkan ke atasan. Percayalah Anda akan dianggap sebagai whinger, alias tukang ngeluh. Atau lebih parah lagi, Anda dianggap sebagai karyawan tukang ‘ngadu.
  5. Lihat pola ‘pencurian’.
    Jika pelaku melakukannya untuk ide yang tidak terlalu signifikan, Anda bisa memilih untuk melupakannya. Namun jika orang tersebut sering mendapatkan pujian atau bahkan reward karena ide cemerlang orang lain, termasuk Anda maka inilah saatnya untuk bertindak lebih asertif.
  6. Beri contoh.
    Sama halnya jika Anda pernah mengkomunikasikan ide rekan kerja Anda ke publik. Jangan lupa untuk memberikan kredit pada temen Anda saat ide tersebut mendapat pujian. Tindakan tersebut sangat dihargai rekan dan memberikan ‘ancaman’ mental pada rekan lain jika mereka ingin mencuri ide Anda.
    Sumber : JobDb.com
ReadmoreSaat Ide Anda Dicuri Rekan Kerja

Rahasia Yang Perlu Anda Jaga Dari Teman Kantor

Bersosialisasi memang wajib dilakukan dalam pekerjaan Anda. Menjalin hubungan yang baik dengan rekan kerja tidak hanya membuat pekerjaan Anda jadi lebih lancar, tetapi juga membuat Anda lebih nyaman bekerja. Lingkungan yang bersahabat adalah salah satu faktor yang bisa membuat seorang karyawan bersemangat untuk menyelesaikan tanggung jawabnya.

Hubungan yang baik dengan rekan kerja terkadang bisa berkembang lebih jauh menjadi teman akrab. Anda menghabiskan waktu sesudah jam kerja dengan dia, ‘ngobrol’ panjang lebar tentang persoalan pribadi maupun tentang pekerjaan. Namun seakrab-akrabnya Anda dengan rekan kerja, ada batasan tentang hal yang bisa Anda ‘obrolkan’ dengan mereka. Diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Usaha Anda untuk mencari pekerjaan baru. Mungkin Anda excited saat menemukan satu kesempatan kerja yang sesuai atau dipanggil untuk menjalani tes dan wawancara. Anda ingin segera berbagi cerita dengan orang terdekat Anda, termasuk teman yang juga rekan kantor. Namun, betapapun besarnya keinginan tersebut, lebih baik Anda tahan ‘nafsu’ bercerita. Bukan tidak mungkin berita ini akan beredar dikalangan manajemen dan mereka mulai meragukan loyalitas Anda pada perusahaan. Padahal Anda sudah bertekad untuk tetap melaksanakan tanggung jawab Anda sampai menemukan pekerjaan baru. Jika ternyata nanti Anda memutuskan untuk tetap berada di perusahaan sekarang, issue seperti ini akan mempengaruhi kemungkinan promosi yang akan Anda terima.
  2. Gaji dan besarnya tunjangan yang Anda terima. Gaji adalah masalah sensitif yang sebaiknya tidak dibicarakan dengan karyawan lain. Bahkan ada perusahaan yang mewanti-wanti agar setiap hal yang berkaitan dengan besarnya gaji, tunjangan atau bonus tidak dibicarakan dengan karyawan lainnya. Tujuannya agar tidak timbul suasana yang tidak mengenakkan dan tidak kondusif untuk bekerja karena saling iri dengan gaji rekan kerja. HRD memiliki penilaian tersendiri dalam menentukan besarnya gaji. Hal ini yang terkadang tidak diketahui semua karyawan sehingga mereka merasa bisa menilai gaji yang sebaiknya diterima oleh mereka dan karyawan lain.
  3. Unek-unek tentang rekan kerja lain atau tentang bos Anda. Not all day is sunny day at work. Terkadang Anda harus mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari atasan Anda, deadline yang dimajukan tiba-tiba atau pekerjaan yang harus direvisi secara total gara-gara seorang anggota tim Anda yang pekerjaannya tidak kompeten. Rasanya Anda ingin ‘meledak’ saat itu juga dan mengungkapkan kekesalan dan kemarahan Anda terhadap bos atau rekan kerja kepada teman kantor. Tapi hati-hati dengan tindakan ini. Membicarakan rekan atau bos di belakang mereka akan berdampak kurang baik bagi Anda sendiri. Seungguhnya Anda sedang menciptakan image diri sebagai karyawan yang tidak professional dan tidak menghormati atasan, suka mencari masalah atau trouble maker. Bukan tidak mungkin mereka juga menganggap Anda sedang menghasut untuk membenci bos atau rekan kerja lain. Selain itu, secara terbuka atau terang-terangan mengungkapkan ketidaksukaan Anda akan menciptakan lingkungan kerja yang tidak nyaman bagi karyawan lain.
  4. Kehidupan pribadi. Terkadang mengeluh bisa membuat perasaan Anda lebih ringan dalam menghadapi persoalan. Namun biasakanlah untuk tidak mengumbar masalah pribadi Anda kepada teman kantor. Tidak ada gunanya menceritakan kegagalan kehidupan percintaan Anda, jumlah pacar Anda sekarang, pertengkaran dengan suami atau pacar. Justru Anda akan dinilai sebagai orang yang tidak bisa mengatasi masalah Anda sendiri. Lagipula, walaupun Anda merasa sudah dekat dengan seorang teman kantor, belum tentu ia merasa nyaman mendengarkan semua cerita dan keluh kesah Anda.
  5. Obrolan yang bersifat SARA. Sudah bukan jamannya lagi membicarakan mengenai hal-hal yang berkaitan dan menyinggung SARA. Terlebih lagi di kantor. Jangan sampai promosi Anda dimasa depan terganjal gara-gara Anda pernah mengungkapkan preferensi Anda tentang SARA karyawan lain di kantor.
  6. Anda pernah memalsukan surat sakit Anda. Terkadang karena alasan jenuh, atau bosan ada saatnya Anda tidak bersemangat bekerja dan memilih untuk berbohong mengatakan bahwa Anda sakit kepada boss. Kejenuhan adalah hal yang bisa dimaklumi namun bohong dan bolos kerja bukanlah hal yang bisa dibanggakan, apalagi untuk diceritakan kepada teman kantor.
ReadmoreRahasia Yang Perlu Anda Jaga Dari Teman Kantor

Menghadapi Anak Buah yang Tak Kooperatif

Akhirnya, Anda dapat juga posisi itu. Manager. Berarti, bisa mengarahkan subordinat untuk mengerjakan serangkaian tugas supaya tujuan perusahaan bisa dicapai. Tentu saja mereka harus melakukannya, lagipula Anda memang atasan mereka, bukan? Aaah, andaikan saja segampang itu. Sayang, perusahaan Anda tidak menggunakan prinsip militer di mana perintah dikeluarkan lantas dilakukan. Tak ada kata tapi, tak ada pertanyaan, muka marah ataupun penolakan.
Situasi di lingkungan kerja jelas berbeda. Bagian memberi perintah dan menjelaskan proses eksekusinya memang mudah. Tapi apakah mereka benar-benar menjalankan tugas tersebut sesuai yang Anda harapkan? Nah, di sini letak tantangannya. Memang, tidak semua bawahan Anda tidak kompeten. Namun di saat yang bersamaan, tidak semua tingkah laku mereka juga menguntungkan buat hasil akhir dari kerja tim. Bahkan bisa jadi ada salah satu yang bersikap seakan-akan dia tak bisa menerima perintah dari siapapun, tak juga Anda yang jelas-jelas atasannya.
Menghadapi karakter subordinat yang sulit memang bukan hal baru. Anda yang ditugaskan sebagai pihak untuk menangani tim diharapkan untuk siap menghadapinya. Namun apakah Anda telah benar-benar menangani karyawan yang tak gampang diajak bekerja sama itu? Memang tidak disarankan untuk bertindak impulsif, tapi di lain pihak Anda juga dituntut untuk bertindak cepat. Tentu saja karena taruhannya adalah kinerja tim. Semakin lama tindakan tak kooperatif itu berlangsung, semakin susah pula tindakan tersebut diubah atau berhenti. Berikut beberapa langkah yang perlu diingat setiap kali Anda sampai terbersit pertanyaan, "Sebenarnya yang bos itu siapa, sih?":
  1. Hadapi Masalah. Lebih gampang memang rasanya untuk mengabaikan karyawan yang Anda rasa tidak memberikan yang terbaik untuk kesuksesan tim dengan melimpahkan tugas ke bawahan lain yang tampaknya lebih bisa diandalkan. Sama sekali bukan ide yang bagus. Ingat, hal ini justru salah satu bagian penting dalam pekerjaan Anda. Dan percayalah, masalah tersebut tidak akan terpecahkan dengan sendirinya. Bahkan bisa bertambah arah. Konfrontasi semacam ini sebenarnya sudah menjadi agenda Anda. Berikutnya, tinggal dilaksanakan.  
  2. Tangani Tingkah Laku, Bukan Pribadi. Tujuan Anda adalah mencapai satu solusi, bukan untuk “menang”. Jadi sebaiknya fokuskan pada tindakan-tindakan yang kurang kooperatif, tanpa perlu menyerang sang subordinat secara personal. Gunakan pernyataan-pernyataan menggunakan “Saya” seperti, “Saya butuh setiap orang di dalam tim ini untuk tepat waktu agar goal tiap akhir bulan bisa dicapai,” daripada menitikberatkan sang karyawan dengan menggunakan “Kamu” seperti, “Kamu selalu telat!” Lalu, beri kesempatan buat bawahan tersebut untuk ikut mencari jalan keluar dari masalahnya. Saat mereka juga diberi tanggungjawab untuk menghasilkan solusi, bawahan akan lebih merangkul jalan keluar tersebut saat akhirnya ditemukan.
  3. Cari Penyebab. Saat mengajak diskusi dengan karyawan yang tak kooperatif, tetaplah bersikap tenang dan positif, tapi tetap adil. Lemparkan serangkaian pertanyaan kunci yang tak bisa dijawab dengan satu atau dua kata. Dan, saat Anda merespon terhadap tanggapannya, sekali lagi, berusahalah untuk menjaga emosi agar tetap tenang. Rangkum kembali kepadanya apa saja yang baru saja ia katakan, Dengan begini, ia akan mengerti bahwa Anda benar-benar mendengarkan. Jika dari diskusi tersebut Anda berhasil menemukan sumber dari tingkah lakunya yang sulit saat bekerja, berarti akan lebih besar kemungkinanya buat Anda untuk mendapatkan solusi yang paling tepat.
  4. Ulangi Bila Perlu. Beberapa masalah sepele seperti telat datang ke kantor, bisa segera ditangani dengan percakapan singkat di ruangan Anda bersama sang karyawan. Namun masalah lebih berat seperti subordinat yang kerap bertindak seakan yang punya perusahaan terhadap rekan-rekannya yang lain karena memang punya kebiasaan menggertak, butuh lebih dari satu kali konfrontasi sebelum melihat perubahan. Bersabarlah. Jangan selalu mengharapkan hasil instan. Sebaliknya, usahakan untuk meraih peningkatan yang kontinu daripada ngotot meraih sukses instan.
ReadmoreMenghadapi Anak Buah yang Tak Kooperatif

Kedewasaan Mempengaruhi Keberhasilan Pemimpin

Kedewasaan adalah saat seseorang tetap bisa bersikap tenang dan bijaksana dalam menyelesaikan sebuah situasi atau masalah seberat apapun. Banyak orang yang menganggap dirinya dewasa tetapi tidak memperhatikan perasaan orang lain. Karena sifat kekanak - kanakannya tidak dapat dikalahkan, mereka hanya dapat melihat suatu masalah dari satu sudut pandang saja dan orang itu tidak pernah merasakan apa yang orang lain rasakan. Kedewasaan seseorang dapat di ukur dari sudut pandang pemikiran, cara berfikir dan cara menyikapi suatu masalah bukan dari umur seseorang.

Dalam sebuah lingkungan kerja, pasti ada seorang pemimpin yang tentunya akan menentukan arah kepada bawahannya untuk memajukan sebuah perusahaan. Di saat Anda berada pada sebuah posisi sebagai seorang pemimpin, kedewasaan merupakan sebuah titik penentu apakah Anda mampu memimpin bawahan Anda atau tidak. Tidak jarang sebagai seorang pemimpin kita menemukan bawahan yang sulit untuk diatur baik dalam hal kinerja maupun sikap. Dalam hal ini, kedewasaan seorang pemimpin sangat dibutuhkan.

Seorang pemimpin yang baik akan selalu menempatkan dirinya pada posisi yang tepat dan bersikap bijaksana tanpa melibatkan keegoisannya. Keberhasilan pemimpin tergantung dari kemampuannya bersikap dewasa, karena saat pemimpin tidak dapat bersikap dewasa dan mementingkan kepentingannya sendiri, maka bersiaplah untuk tidak di dengarkan. Berikut ini beberapa hal yang membutuhkan kedewasaan sikap seorang pemimpin:

Saat menghadapi bawahan yang menunjukkan sikap sulit di atur, posisikanlah diri Anda sebagai pembimbing dan pahami karakter baawahan Anda.

Ketika Mood Anda sedang tidak baik jangan pernah bawa itu menjadi masalah yang Anda limpahkan ke bawahan Anda, apalagi jika Anda menganggap apa yang mereka lakukan selalu salah.

Dalam membuat keputusan, seorang pemimpin yang dewasa akan membuat keputusan dengan sangat bijaksana dengan tanpa mementingkan egonya.

Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu menumbuhkan kedewasaan dalam dirinya. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan kebijaksanaan dalam diri Anda.
ReadmoreKedewasaan Mempengaruhi Keberhasilan Pemimpin

Tips Mengirim Surat Lamaran Kerja Melalui Email

Di jaman yang serba canggih saat ini, dunia seakan-akan tidak ada batasan ruang dan waktu sehingga membuat proses komunikasi antar manusia yang berbeda waktu dan ruang menjadi lebih mudah. Proses kerja juga akan lebih cepat dan efesien dengan adanya kemajuan teknologi. Bukan hanya dalam proses kerja, tetapi juga dalam proses pencarian kerja akan menjadi lebih mudah, contohnya saat kita mengirimkan surat lamaran kerja menggunakan email. Jika dibandingkan dengan menggunakan pos, menggunakan email akan lebih cepat dan efisien.

Saat ini sudah banyak perusahaan yang mengijinkan para calon karyawan untuk mengirimkan lamarannya lewat email. Hal ini tentunya menguntungkan baik bagi perusahaan maupun pelamar. Bagi perusahaan, menggunakan email akan mengurangi jumlah surat lamaran dalam bentuk kertas yang harus mereka terima dan arsipkan. Selain itu, lebih mudah bagi perusahaan untuk mengirimkan balasan surat lamaran berbentuk email tersebut ke para pelamarnya. Sedangkan bagi pelamar kerja, dokumen mereka akan cepat diproses.

Sekarang yang harus diperhatikan oleh pencari kerja adalah cara penulisan surat lamaran yang akan dikirimkan melalui email. Berikut beberapa tips bagaimana menulis dan mengirimkan surat lamaran Anda:


Judul email, tulislah judul surat lamaran Anda dengan jelas dan singkat misalnya, “Melamar kerja untuk Manajer Penjualan”. Sehingga orang yang menerima email Anda dapat dengan cepat mengetahui maksud dari email Anda. Ada juga perusahaan yang sudah menentukan judul email yang akan dipakai, misalnya “Accounting” atau sekedar kode “ACC”. Jika Anda menemukan persyaratan seperti ini, harap untuk mengikuti ketentuan yang diberikan oleh perusahaan tersebut.


Dimana surat lamaran ditulis, sudah ketentuan umum, seperti pada surat yang menggunakan kertas yang berfungsi sebagai pembuka komunikasi, maka isi surat lamaran ditulis di bagian bodi email / di dalam email.


Resume, sebaiknya resume ditulis di file tersendiri yaitu sebagai lampiran email Anda. Jangan menulis resume di badan email, karena bisa menjadikan surat lamaran Anda tidak enak dibaca.


Lampiran yang dikirim, pada umumnya perusahaan akan menuliskan pada iklan lowongan kerjanya, jenis file yang boleh Anda kirim. Perusahaan biasanya mensyaratkan jenis file .doc, pdf atau .txt kalau perusahaan tidak menyebutkan syarat jenis file yang dikirim sebaiknya menggunakan file .doc. Usahakan ukuran file tidak melebihi 300 KB termasuk foto, periksa terlebih dahulu ukuran file sebelum dikirim. Dan lebih baik lagi jika file yang dikirim di zip terlebih dahulu. Hal ini akan mempengaruhi si penerima email, apabila file yang di lampirkan terlalu besar tentunya si penerima akan malas untuk men-download-nya.


Uji coba, sebelum email dikirim ada baiknya Anda menguji coba dulu mengirim email Anda ke email Anda yang lain, jangan ke email perusahaan yang akan dituju, hal ini untuk memastikan bahwa email dan file lampirannya terkirim dengan baik, dan apabia ada kesalahan Anda masih bisa memperbaikinya.
ReadmoreTips Mengirim Surat Lamaran Kerja Melalui Email

Tips Jitu Menghadapi Career Expo

Di zaman yang serba cepat ini banyak perusahaan–perusahaan yang melakukan perekrutan tenaga kerja melalui event–event seperti Career Expo, Job Fair, atau Campus Hiring. Dalam event seperti ini, para job seeker dan fresh graduate akan menemukan banyak sekali lowongan pekerjaan dari perusahaan–perusahaan yang sedang membutuhkan tenaga kerja. Seringnya, penyelenggara event Career Expo akan melibatkan perusahaan–perusahaan berskala nasional dan multinasional.

Bagi para profesional yang memang sudah terjun ke dunia kerja dan berusaha untuk mencari pekerjaan yang lebih baik dan mereka yang fresh graduate, acara seperti ini merupakan sebuah peluang kerja yang baik. Di sini mereka akan mendapatkan kesempatan kerja di perusahaan terbaik Indonesia dan mereka semua akan mencari info dan berbondong–bondong mendatangi event Career Expo yang akan atau sedang berlangsung.

Dalam menghadapi event Career Expo, ada beberapa tips untuk mendapatkan peluang kerja yang lebih besar:


Pertama, lakukan riset terlebih dahulu tentang event Career Expo yang akan Anda ikuti. Dapatkan info lowongan kerja dan perusahaan apa saja yang terdaftar pada event tersebut, sehingga Anda dapat mempersiapkan diri dan bergerak lebih cepat untuk memasukan lamaran pekerjaan Anda.


Kedua, Persiapkan segala sesuatunya sebaik mungkin. Sebelum Anda menghadiri Career Expo, sebaiknya Anda mencari tahu ketentuan apa saja yang harus Anda lakukan untuk melamar pekerjaan di Career Expo. Contohnya saja dalam Career Expo yang akan diadakan oleh JobsDB.com, pihak JobsDB.com meminta semua pencari kerja untuk membawa surat lamaran, CV dan dokumen lainnya dalam bentuk soft copy (maks. 200 KB). Setelah Anda mengetahui semua persyaratan yang diminta, Anda akan lebih percaya diri untuk mendapat pekerjaan di event tersebut. Dan juga jangan lupa untuk daftar riwayat hidup Anda semenarik mungkin tapi tidak manipulatif. Sertakan ijazah Anda yang telah dilegalisir, dengan begitu akan terlihat kalau Anda memiliki kemauan dan motivasi yang tinggi untuk mendapatkan pekerjaan.


Ketiga, fokus pada tujuan utama. Pusatkan perhatian pada jenis industri, perusahaan, serta bidang pekerjaan yang Anda inginkan. Utamakan pada bidang pekerjaan yang berhubungan dengan latar belakang pendidikan Anda atau bidang yang sudah Anda kuasai serta minati


Keempat, daftarkan diri Anda sesegera mungkin. Perlu diingat, dalam event Career Expo bukan hanya Anda yang ingin mendapatkan pekerjaan. Anda akan bersaing dengan puluhan bahkan ratusan job seeker lainnya, jadi Anda harus bergerak cepat untuk segera mendaftarkan diri ke perusahaan atau lowongan kerja yang diinginkan.


Kelima, tampilkan yang terbaik. Ketika menjalani tahap interview awal, Anda harus tampil dengan penuh rasa percaya diri. Kenalilah diri Anda sebaik mungkin sebelum menghadapi Career Expo, dengan begitu Anda akan mampu menjawab pertanyaan–pertanyaan yang diberikan oleh petugas rekrutmen dari perusahaan yang Anda lamar.

Keenam, coba membangun Networking. Saat Anda berada dalam Career Expo, usahakan untuk mencari koneksi serta jaringan kerja. Anda jangan ragu untuk sekedar mencari info dari petugas rekrutmen perusahaan yang membuka stand atau berbagi info lowongan kerja dengan sesama job seeker.
ReadmoreTips Jitu Menghadapi Career Expo

Tips Menulis CV Yang Efisien Dan Efektif

1. Data pribadi. nama, usia, jenis kelamin, status

2. Riwayat pendidikan. Tulis pendidikan terakhir saja.Tidak perlu dirunut dari TK.Jika anda lulusan S1, tulis pendidikan terakhir anda di universitas saja

3. Riwayat pengalaman kerja. Diawali dengan pekerjaan terakhir lalu diikuti dengan pekerjaan-pekerjaan sebelumnya.

4. Keahlian. cantumkan kursus-kursus yang pernah anda ikuti, yang tentu saja relevan dengan pekerjan yang anda lamar

5. Kualifikasi. antara lain penghargaan yang pernah anda peroleh.

6. Aktifitas. ekstrakurikuler yang relevan.

7. Keanggotaan professional yang sebaiknya dihindari dalam CV.

8. Agama, suku afiliasi, keangotaan parpol dan sejenisnya. Hal ini menghindari perlakuan diskriminatif terhadap anda oleh penyeleksi maupun kesan yang ditimbulkan penyeleksi terhadap anda.

9. Permintaan besarnya gaji. Pada beberapa iklan lowongan, kadangkala memang diminta untuk dicantumkan.Jika demikian halnya, cobalah untuk memberi batas-antara sekian sampai sekian- atau disesuaikan dengan kebijakan perusahaan.
ReadmoreTips Menulis CV Yang Efisien Dan Efektif

8 Tips Menulis Surat Lamaran Kerja Yang Baik


1. Impresif. Tidak terlalu menyombongkan diri, dan tidak terlalu merendahkan diri.

2. Menarik minat calon atasan. Begitu dibaca, orang langsung tertarik untuk mengetahui lebih lanjut seperti apakah anda

3. Menyebutkan kualifikasi yang diraih

4. Mengunakan bahasa yang enak dibaca, ringkas, jelas, dan padat. Hindari pengulangan kalimat tanpa penjelasan, penggunaan kalimat tidak efektif, ejaan yang salah, maupun pengunaan tata bahasa yang buruk.(bila perlu, beli buku yang berisi contoh-contoh surat lamaran)

5. Hindari mengunakan bahasa Inggris (jika tidak diminta) apabila anda merasa bahwa kemampuan bahasa Inggris anda kurang baik. Daripada ketahuan salahnya, lebih baik gunakan bahasa Indonesia saja.

6. Cantumkan tujuan dan alasan anda melamar

7. Jangan sampai surat lamaran anda memberikan kesan kotor, seadanya.gunakan kertas yang bagus, bersih dan rapi, tidak usut, tebal, tidak mudah robek.Hindari tipp-ex. Tinta juga jangan terlalu tipis supaya mudah dibaca.

8. Menggunakan komputer. Memang ada beberapa perusahan yang meminta agar surat lamaran ditulis dengan tangan. Tetapi jika tidak diminta,lebih baik jika anda mengunakan komputer. Gunakan pula printer inkjet atau laser. (jangan pula memakai printer dot matrix). Dengan demikian anda tidak terlihat buta teknologi
Readmore8 Tips Menulis Surat Lamaran Kerja Yang Baik

Tips Sukses Membuat Curriculum Vitae


1. Wajah CV.

Siapa yang tidak menyukai wajah cantik atau penampilan menarik? perumpamaan itupun berlaku ketika anda membuat CV. Sekalipun anda pintar dan profesional, perekrut tak akan tertarik membaca CV anda jika terlihat tidak menarik. Karenanya, kertas dan huruf adalah hal yang perlu diperhatikan dengan seksama untuk memastikan CV anda dibaca sampai selesai.

a. Kertas :
Jangan menggunakan kertas bergaris, berwarna atau yang desainnya meriah. Kesan yang timbul dengan menggunakan kertas jenis ini adalah : tidak profesional dan kuno. Sebaiknya gunakan kertas HVS putih polos dan ketik lamaran anda menggunakan komputer.

Jangan pernah mengirimkan fotokopi CV, karena anda akan dianggap tidak menghargai perusahaan yang anda lamar. Biasakan mengeprint beberapa set CV anda sekaligus, sehingga anda tak akan kerepotan ketika tiba-tiba harus mengirim lamaran.

b. Huruf :

Usahakan mengetik CV anda dengan komputer, karena akan lebih terjamin kerapihannya dibanding kalau anda menggunakan mesin tik manual. Untuk jenis huruf yang pantas dalam pengetikan CV, gunakan pilihan huruf yang sederhana tapi jelas terbaca, misalnya: Arial atau Times New Roman. Jangan memilih huruf yang membuat efek ukiran, karena akan memusingkan orang yang membacanya dan mengesankan anda seorang amatiran. Gunakan tinta hitam.

2. Isi CV

Untuk 'menjual' diri anda pada perusahaan yang anda lamar, sebaiknya kemukakan hal-hal yang pantas diketahui. Adalah hal yang mutlak untuk menampakkan kejujuran dalam CV anda, tetapi bukan berarti anda mengobral diri anda dengan menuliskan hal-hal yang tidak perlu, misalnya tinggi dan berat badan, kondisi kesehatan atau jumlah anak.

a. Data diri :

Pada bagian ini jelaskanlah hal-hal yang secara prinsip harus diketahui perusahaan tempat anda melamar, yaitu: nama lengkap, tempat/tanggal lahir, alamat dan nomor telepon.

b. Pendidikan:

Pada bagian ini yang perlu disebutkan adalah sertifikat yang berkaitan dengan pendidikan formal anda, nama lembaga pendidikan tempat anda pernah menimba ilmu, bidang studi, prestasi, penghargaan atau kursus yang signifikan dengan pendidikan anda. Kalau anda pernah mendapatkan beasiswa, penghargaan sebagai pemenang lomba karya tulis atau pernah kursus bahasa asing atau komputer, maka tuliskanlah dengan singkat dan jelas.

c. Pengalaman Kerja :

Sebutkan dengan singkat dan jelas di perusahaan mana saja anda pernah bekerja. Jika anda pernah bekerja kurang dari enam bulan di suatu perusahaan, sebaiknya jangan ditulis kecuali ada hal khusus yang anda yakini baik untuk perkembangan karir anda.

Tuliskan dengan singkat apakah anda pernah mempunyai prestasi di tempat kerja anda yang lama. Hindari untuk menyebutkan nama bos anda yang lama atau nomor telephone perusahaan anda yang lama.

d. Aktivitas dan keterampilan khusus:

Point ini sifatnya tidak harus. Jika anda memang mempunyai kegiatan atau keterampilan yang memang mendukung, tuliskanlah. Misalnya: mengikuti perkumpulan filateli, sekretaris atau punya keterampilan menulis steno, manajemen dll.

e. Minat :

Sebutkan dengan singkat minat anda yang anda yakin positif dan signifikan untuk peningkatan karir anda.

Jika anda kesulitan dalam menyusun CV anda supaya lebih menarik, maka tidak
ada salahnya kalau minta bantuan konsultan CV Builder yang berpengalaman.
ReadmoreTips Sukses Membuat Curriculum Vitae

Tips Cara Mengirim Surat Lamaran Kerja dan CV


01. Mengirimkan via E-mail

- Pastikan surat lamaran beserta CV anda terlihat bagus di layar monitor computer.
- Scan semua dokumen pelengkap yang diminta oleh perusahaan seperti transkrip nilai, ijazah, foto dan lain-lain.
- Gunakan word document atau .pdf file pada saat anda mengirimkan attachment dokumen tersebut. Pdf file dipakai dengan menggunakan program Adobe Acrobat.
- Bersikap profesional dengan memakai e-mail yang memakai nama Anda. Misal Udin@yahoo.com . Jangan menggunakan sesuatu yang mungkin lucu di dunia pergaulan tetapi terlihat sangat tidak profesional di dunia kerja seperti babinakal@yahoo.com

02. Mengirimkan via Pos

- Gunakan amplop yang lebih besar ukurannya dari dokumen Anda. Hindari melipat dokumen kedalam amplop kecil. Kirim surat lamaran dan CV dalam amplop ukuran A4.
- Ketiklah nama dan alamat perusahaan dengan rapi.
- Jangan lupa mencantumkan kode posisi yang diminta oleh perusahaan.
- Pastikan hasil print dokumen Anda terlihat rapi.
- Jangan mengirimkan versi asli dokumen penting seperti ijazah, KTP, dll. Kirimkan fotokopi dokumen penting tersebut.
- Jika perusahaan meminta dokumen penunjang selain ijazah seperti surat keterangan kelakuan baik, surat keterangan kesehatan, surat referensi dan lain-lain kirimkan sesuai permintaan.
ReadmoreTips Cara Mengirim Surat Lamaran Kerja dan CV